Bank Sepakat Tunda Bayar Kredit Terdampak Corona

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan sembilan bank di Indonesia telah sepakat memberikan bantuan kredit kepada debitur yang terkena virus Corona atau COVID-19. Kesembilan bank tersebut antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT BRI (Persero) Tbk, PT BNI (Persero) Tbk, PaninBank, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Bank DBS, Tabungan Pensiunan Nasional Tbk, Bank Index dan Bank Ganesha. Juru bicara OJK Sekar Putih Djarot meminta nasabah mempercayai informasi resmi yang diberikan (multifinance) bank atau perusahaan pembiayaan. Hal ini tentu saat yang bagus jika ingin melakukan pengajuan kredit ditahun 2020 ini.

Jangan percaya informasi palsu atau iklan yang beredar. Hubungi bank atau perusahaan keuangan untuk informasi lebih lanjut. Sementara itu, manajemen Banca Mandiri menjelaskan perseroan memberikan bantuan kepada debitur yang terkena virus Corona berupa pembayaran angsuran yang ditangguhkan. Namun, bentuk ganti rugi disesuaikan dengan keadaan dan jenis usaha debitur. Hal ini untuk memudahkan debitur dalam membayar tanggung jawabnya.

Hal yang sama juga disampaikan Manajemen BIS dan BNI. Mereka menghimbau debitur untuk menghubungi marketing officer yaitu mantra kepada unit, Liaison Manager (RM), Account Officer (AO) atau credit manager kantor bank terdekat. Disisi lain, manajemen PaninBank mengatakan pencairan tersebut diberikan dalam bentuk perpanjangan jangka waktu cicilan kredit atau penangguhan pembayaran cicilan pokok pinjaman. Kebijakan ini didasarkan pada analisis PaninBank selama debitur memenuhi syarat.

Restrukturisasi kredit bisa diberikan setelah ada kesepakatan antara kedua belah pihak yakni nasabah dan bank berdasarkan profil nasabah yang terkena dampak. PaninBank mengatakan debitur dapat mengajukan bantuan dengan menghubungi AO atau staf PaninBank yang melayani pengajuan kredit tanpa harus ke cabang.

Senada dengan itu, manajemen Bank Permata menyatakan konsesi juga ditawarkan kepada pengusaha UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) dengan nilai pinjaman maksimal hingga Rp 10 miliar. Banca Permata juga telah melakukan hal serupa dengan bank lain yaitu pencairan berupa penangguhan pembayaran angsuran dan pembayaran bunga sesuai ketentuan yang berlaku.

Mereka juga mengimbau para debitur menghubungi RM dan pejabat bank tanpa harus ke kantor. Selama permintaan klarifikasi diproses, diharapkan nasabah dapat melakukan pembayaran tepat waktu sesuai dengan kesepakatan untuk menghindari pengenaan denda dan konsekuensi lainnya. Sementara itu, bank BTPN telah menyalurkan 4 debitur prioritas untuk mendapatkan keringanan kredit.

Pertama, debitur yang terkena langsung virus Corona dengan nilai kredit kurang dari Rp 10 miliar untuk pekerja informal, pendapatan harian, dan pelaku usaha mikro kecil. Kedua, tidak ada tunggakan atau ada tunggakan paling lama 90 hari terhitung sejak 1 April 2020. Ketiga, keringanan diberikan paling lama satu tahun dalam bentuk pembayaran angsuran yang ditangguhkan, pemotongan bunga, perpanjangan dan / atau bentuk lain yang ditentukan oleh Bank.

Keempat, debitur yang ingin meminta keringanan diundang untuk mengunduh formulir tersebut melalui format resmi BTPN. Kemudian debitur mengirimkan formulir yang telah diisi ke setiap RM. Senada dengan itu, Bank DBS, Bank Indeks dan Bank Ganesha juga menyatakan keringanan akan diberikan berdasarkan keadaan dan jenis usaha nasabah. Pengecualian baru disetujui jika ada kesepakatan antara debitur dan bank. Bagi pelanggan yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan untuk melakukan pembayaran tanggung jawab berdasarkan batas waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *